Brawijaya entrepreneur festival merupakan rangkaian kegiatan yang terdiri dari expo dan seminar. Seminar yang bertemakan wirausaha bertempat di gedung Samanta Kridha dan expo Bertempat di gelora olah raga (GOR) Pertamina Universitas Brawijaya expo berjalan 2 hari dari tanggal 30-31 Oktober 2023. berisi dari bidang kuliner, fashion dan teknologi. Tim Arobrews sendiri mendapatkan kesempatan dari ratusan kelompok Akademi Wirausaha Mahasiswa Merdeka (AWMM) yang diselenggarakan di Universitas Brawijaya untuk ikut serta dalam kegiatan expo ini.

Kegiatan AWMM sendiri merupakan program dari DIKTI mengenai pengembangan jiwa wirausaha di kalangan mahasiswa, dalam pembelajarannya mahasiswa dituntut aktif dari riset pasar, menentukan target dan segmen mana produk yang dibuat sampai prototype tersebut layak jual.

 

Pengalaman yang didapat ketika mengikuti expo sebagai tennant antara lain dapat inspirasi dalam berbisnis dan menunjukkan produk prototype yang sudah dibuat. tennant awmm sendiri sebanyak 28 tim yang ikut berpartisipasi, didominasi dari produk olahan makanan dan minuman. Tim Arobrews sendiri mewakili Kampus Institut Pertanian Malang  yang terdiri dari 3 mahasiswa aktif (aldi Nazar Basuki Wijaya, Agatha Herkulana Seran dan Eryan Novaldy) untuk ikut dalam ajang expo, mengusung minuman rempah celup produk ini ditujukan untuk orang yang gemar minuman sehat dan paham akan khasiat dari rempah-rempah. Rempah-rempah sendiri merupakan komoditas pertanian yang masih dan terus dapat dikembangkan olahannya karena manfaat yang dihasilkan untuk kesehatan. Harapannya produk yang diusung ini akan mendapatkan market yang luas dan usaha dapat berkelanjutan.

Salah Satu dosen IPM berkesampatan untuk hadir dalam acara tersebut. Kehadiran dalam acara yang berlangsung tersebut sebagai bentuk dukungan moral Dan memberikan apresiasi atas keberhasilan Salah satu perwakilan dari kampus. Kemeriahan acara yang dislenggarakan oleh Universitas Brawijaya terlihat dari banyaknya tenant yang menjual banyak produk inovatif. Disamping juga banyak peserta yang hadir baik dari mahasiswa ub maupun masyarakat umum.Apresiasi tinggi kepada mahasiswa IPM perlu diberikan karena menurut saya untuk bisa lolos seperti mereka tidak mudah, Ada banyak kriteria penilaian yang harus dipenuhi. Saya mendorong mereka untuk terus giat Dan tekun dalam menjalankan tugas yang diberikan oleh pembimbing. Saya berkesampatan untuk membeli produk mereka Dan memberikan umpan balik untuk perbaikan Kualitas produk yang dihasilkan,” ungkap Bapak Ferdi.