IPM Dampingi CV Menara Dua Tingkatkan Efisiensi Pengemasan dan Strategi Pemasaran Jamur Tiram
Malang, 2022 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Institut Pertanian Malang melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) melaksanakan kegiatan pendampingan bertajuk “Strategi Efisiensi Pengemasan dan Analisa Situasi Pemasaran Jamur Tiram” di CV. Menara Dua, Kabupaten Malang. Kegiatan yang dilaksanakan pada Juni hingga Juli 2022 ini diketuai oleh Didik Suprayitno, S.TP, M.Si bersama tim lintas program studi, yakni Ir. Sri Sulastri, M.Si; Risca Kurnia Sari, S.E., M.M; Yani Quarta Mondiana, S.Si., M.Si; Diena Widyastuti, S.TP., M.Si; serta melibatkan mahasiswa Araduta Wisnuwardhana.
Fokus pada Efisiensi dan Daya Saing
- Menara Dua merupakan pelaku usaha budidaya jamur tiram yang memiliki kapasitas produksi relatif stabil. Namun demikian, tim pengabdian menemukan bahwa sistem pengemasan yang digunakan masih bersifat konvensional dan belum memiliki standar ukuran serta tampilan yang seragam. Kondisi tersebut berdampak pada efisiensi biaya serta daya tarik produk di pasar. Selain itu, pola pemasaran yang masih bergantung pada pengepul dan pasar tradisional menyebabkan posisi tawar usaha relatif lemah dan rentan terhadap fluktuasi harga. Melalui pendekatan partisipatif, tim melakukan observasi langsung terhadap proses produksi, pengemasan, serta pola distribusi. Selanjutnya dilakukan pengumpulan dan pencatatan data sederhana terkait biaya kemasan dan alur pemasaran sebagai dasar analisis situasi usaha.
Rekomendasi Strategi Sederhana dan Aplikatif
Berdasarkan hasil analisis, tim memberikan sejumlah rekomendasi, antara lain:
- Penyeragaman ukuran kemasan untuk meningkatkan efisiensi biaya.
- Optimalisasi bahan kemasan agar lebih ekonomis namun tetap menjaga kualitas produk.
- Peningkatan tampilan produk agar lebih menarik bagi konsumen akhir.
- Pengembangan alternatif saluran pemasaran, termasuk peluang penjualan langsung dan pemasaran berbasis digital sederhana.
Pendampingan juga dilakukan secara terbatas dalam implementasi rekomendasi tersebut, disertai evaluasi awal terhadap perubahan biaya dan respons pasar.
Dampak Positif bagi Mitra dan Akademisi
Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat teknis berupa peningkatan pemahaman tentang efisiensi biaya dan strategi pemasaran, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran manajerial pada mitra. Pemilik usaha mulai memahami pentingnya pencatatan biaya dan analisis pasar sebagai dasar pengambilan keputusan usaha.Bagi perguruan tinggi, kegiatan ini menjadi wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan pelaku usaha lokal diharapkan dapat terus berlanjut dalam bentuk pendampingan berkelanjutan. Tim pengabdian berharap upaya ini dapat menjadi langkah awal penguatan daya saing usaha jamur tiram di Kabupaten Malang, sekaligus membuka peluang pengembangan usaha yang lebih efisien, inovatif, dan berkelanjutan di masa mendatang.





Comments are closed